Senin, 01 September 2014

The Gladiator



Maximus adalah Jendral besar di Roma, yang selalu memenangkan pertempuran, otomatis meluaskan negara jajahan Roma.




Singkat kata, layaknya figur besar yang berhasil lainnya, Maximus pun tidak lepas dari figur lain yang berseberangan, yang merasa posisinya terancam atas kepopuleran Jendral Maximus. Dalam film ini, figur oposan dari Maximus adalah putra mahkota kaisar, Commodus Patricide. 


Commodus Patricide terancam atas kepopuleran dan kebesaran nama Maximus, sehingga berbagai cara dia lakukan untuk menyingkirkan Jendral Maximus.

Usaha menyingkirkan Jendral Maximus pun dilakukan. Mulai di tahan, rencana akan dibunuh (akhirnya Maximus bisa melarikan diri), sampai anak istrinya yang di desa pun di bunuh. Dalam sesaat, Jendral Maximus kehilangan semua yang ia miliki (jabatan, anak, istri). Dalam kondisi tidak memiliki apapun, Maximus di temukan oleh pedagang budak manusia. 

Bisa bayangin, Jendral besar, dengan segala kehormatan yang dulunya di miliki) sekarang telah berubah menjadi budak yang siap dijual kepada siapa saja..... (Ini bagian cerita yang paling saya suka..)

Maximus, telah kehilangan semuanya, harapan, cita –cita, impian dan tujuan hidupnya. Dia hidup di perlakukan sebagai budak, dengan tangan-kaki di ikat. 

Akhirnya perjalan sampai pada juragan Gladiator, disanalah Maximus dan budak-budak lainnya di jual. Maximus pun menghadapi medan perkelahian melawan gladiator-gladiator dari club lain.

Karena Maximus pandai berkelahi di lapangan Gladiator, prestasi-prestasi kemenangan pun di dapatnya. Otomatis, popularitasnya meningkat. Tidak hanya itu, Maximus dijadikan Informal Leader oleh teman-teman sesama Gladiator se-clubnya, karena kemampuannya mengajarkan (training), mendegarkan curhat teman2nya dan jadi motivator pada saat orang lain merasa down. Dan akhirnya, kepopuleran Maximus kembali sampai di telinga musuh bebuyutan Maximus, Kaisar Commodus.

Merasa kepopulerannya kembali terusik dan terancam, maka berbagai cara Commodus lakukan untuk menjatuhkan Maximus. Mulai di beri lawan berat, di tambah macan buas dan lapar. Semuanya berhasil di kalahkan oleh Maximus, sang Juara. 



Commodus menantang duel Maximus, namun dia bermain curang sebelum pertandingan Gladiator. Dada Maximus di tusuk oleh Commodus sebelum pertandingan, sebelum baju kebesaran Gladiator, di kenakan. Akhir cerita, meski sudah terluka parah, Maximus berhasil mengalahkan Kaisar Commodus di Arena pertarungan Gladiator, hingga sang Kaisar tewas. Tak lama kemudian, Maximus pun meninggal. Ending dari film di tutup dengan pemberian penghormatan oleh seluruh warga roma yang menyaksikan Pertandingan, tapi bukan pada jasad Kaisar, melainkan ke Jasad Maximus, sang Jendral besar, Gladiator, sekaligus Pemimpin inspirational. 

KEPEMIMPINAN ALA MAXIMUS
  1. Kalau dalam kajian Theory Leadership, Maximus ini adalah Pemimpin dan bukan Bos (Leader and Not Manager!)
  2. Sekalipun secara jabatan resmi dia bergelar sebagai Jendral Besar, Maximus memiliki sikap-sikap kepemimpinan antara lain: 
  3. PUNYA PENGIKUT .... yang tidak sekedar ANAK BUAH!
  4. PUNYA PENGARUH .... yang tidak sekedar KEWENANGAN!
  5. DI SEGANI...tidak sekedar DITAKUTI!
  6. MENGINSPIRASI..DAN PUNYA KETERIKATAN EMOSI....
Selain semua itu, Maximus memiliki modal kekuasaan yang melekat dalam dirinya yaitu: Legitimate Power (Kekuasaan karena kehebatan yang di miliki), Expertise Power (di percaya karena kemampuannya), dan Resources Power (Kekuasaan kareba sumberdaya yang dia miliki) misalnya kemampuan menjalin hubungan personal dll, terakhir Personal Power (karismatik, punya kualitas pribadi yang positive)

TALENT ALA MAXIMUS

Maximus memiliki ‘bakat alam yang luar biasa hebatnya’ dan sangat melekat kuat dalam pribadinya. Sekalipun lawannya telah menghilangkan apa saja yang di miliki Maximus, termasuk menghancurkan secara psikologis, Maximus tidak bisa di tundukkan. Di organisasi, kita juga punya Talent-talent yang siap kita kembangkan sehingga memberikan kontribusi yang maximal. Mereka punya integritas, dan kebesaran jiwa.

0 comments:

Posting Komentar